WARTA 24 JAWA TIMUR

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Peringati Maulid Nabi, Warga Kediri Gelar Tradisi Lempar Koin

Posted by On 22.10

Peringati Maulid Nabi, Warga Kediri Gelar Tradisi Lempar Koin

Kediri (beritajatim.com) - Ratusan orang anak dan orang dewasa hingga orang tua di Kota Kediri, Kamis (30/11/2017) malam tadi berebut uang koin untuk merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad atau peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW.
Tradisi berebut uang koin ini sudah ada sejak seratus tahun lebih yang dulunya sebagai syiar agama islam.
Tradisi ini gelar oleh ratusan jamaah masjid wakaf di Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Kota Kediri. Setelah melaksanakan ibadah sholat isya, mereka berkumpul di serambi masjid sambil bersama-sama melantunkan sholawat nabi.
Ratusan orang yang terdiri dari anak-anak remaja dan dewasa serta orang tua ini akan melaksanakan tradisi turun temurun sejak seratus tahun lebih yang lalu yakni berebut uang koin.
Sejumlah takmir masjid dan warga sekitar, melempar uang pecahan seratus hingga seribu rupiah ke lantai masjid.
Ratusan ora ng warga yang kebanyakan anak-anak kecil dan orang dewasa ini saling berebut uang koin, bahkan warga juga ada yang menyebar uang kertas.
Meski mereka terlibat aksi saling dorong, namun mereka tetap rukun dan saling menghormati dengan sesama jamaah.
Menurut pengurus masjid Muhammad Zubaidi Ansori, tradisi buang uang koin ini untuk mengajak warga khususnya anak-anak lebih rajin lagi melaksanakan ibadah di masjid, tradisi ini juga meruapakan bentuk shodaqoh yang dilakukan setiap tahun pada malam perinagtan maulid nabi.
Sementara itu Rico salah satu jamaah yang ikut rebutan koin mengaku senang, meski dirinya masih anak-anak, namun ti ia tidak takut berebut dengan temanya yang lain. “Uangnya untuk membeli jajan dan membeli alat-lat sekolah,” aku Rico.
Untuk diketahui, tradisi lempar koin ini sudah dilaksanakan turun temurun sejak masjid didirikan pada tahun 1908. Hal ini dilakukan untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.Sselain itu, tradisi ini dulunya merupakan salah satu bentuk syiar agama islam yang ada di Kota Kediri. (nng/ted).

Sumber: Google News | Warta 24 Kediri

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »