WARTA 24 JAWA TIMUR

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Tenun Ikat Bandar Kidul, Mengikat Kediri Hingga ke Penjuru Dunia

Posted by On 18.02

Tenun Ikat Bandar Kidul, Mengikat Kediri Hingga ke Penjuru Dunia

Tenun Ikat Bandar Kidul, Mengikat Kediri Hingga ke Penjuru Dunia 6 Januari 2018Rizal Arnas

Siti Ruqoya menjadi salah satu pengiat dan pengrajin kain tenun ikat yang membuat kain tenun kini menjadi ikon Kota Kediri.FOTO: BISNISKINI/AYU CITRA SR

KEDIRI-BISNISKINI: Siti Ruqoyah, perempuan setengah baya ini merupakan salah satu penggiat dan pengrajin kain tenun ikat di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Sosoknya yang kalem dan bersahaja, membuat banyak orang senang menimba ilmu pembuatan kain tenun ikat yang kini menjadi ikon Kota Kediri.

Tenun ikat sendiri merupakan, salah satu seni dalam pembuatan kain dengan cara menggabungkan benang satu dan lainnya. Khususnya baik dengan cara melintang, ataupun memanjang sesuai mo tif yang dikehendaki sehingga jadilah selembar kain.

Pada awalnya, perjuangan Siti dan sejumlah pengrajin lain di Kelurahan Bandar Kidul ini memang tak mudah seperti halnya membalikkan telapak tangan. Dalam menuju eksistensinya, pengembangan bisnis mereka sempat bangkrut tatkala terdampak krisis ekonomi pada tahun 1998.

Akibatnya, jika pada masa orde baru ada 200an pengrajin serupa di kawasan tersebut, maka karena terdampak krisis moneter dan berbagai gejolak ekonomi global pada saat ini hanya tersisa puluhan pengusaha.

Meski demikian, Siti Ruqoyah tidak pernah putus asa. Perempuan ramah ini tetap bekerja keras dan penuh semangat dalam mencari nafkah.

“Dulu saat awal membuka usaha ini, saya dan suami hanya mengantongi modal senilai Rp500.000. Namun, kerja keras kami berbuah manis hingga saat ini menghasilkan omzet ratusan juta rupiah per bulan,” kata Siti Ruqoyah, pelopor Kain Tenun Ikat Bandar Kidul, di Kota Kediri, Sabtu (6/1/2018).

Kini siapa sangka, Siti Ruqoyah, perempuan mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi itu berhasil menjadi perintis Tenun Ikat asal Kediri yang melegenda. Dari tangan dinginnya, perempuan inspiratif ini sukses menciptakan lapangan pekerjaan baru, bagi 90 orang lebih tetangga di sekitar rumahnya.

Dari binaannya selama ini, perempuan murah senyum ini ikut memberdayakan warga setempat sebagai pekerja. Mulai dari pengangguran, petani, pelajar, serta ibu rumah tangga.

“Bahkan nenek berusia 80 tahun hingga remaja belasan tahun, juga kami latih membuat kain tenun ikat. Sampai sekarang, sejumlah karyawan yang termasuk pekerja borongan ini tetap setia bersama kami dan ikut melestarikan warisan budaya lokal Kediri,” katanya.

Melihat perkembangan kain tenun ikat khas Kediri, Pemerintah Kota Kediri pun tak tinggal diam. Mereka menunjukkan apresiasi besar atas usaha para pengrajin tenun ikat Bandar Kidul ini.

Melalui sejumlah pihak terkait, pemda setempat menduk ung penuh pengembangan tenun ikat ini. Hingga akhirnya, bermunculan usaha serupa dan digawangi oleh generasi muda asal Kediri.

Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar, menyampaikan, juga tak ingin ketinggalan dalam memberikan motivasi. Hal itu diwujudkannya dengan mendorong Kelurahan Bandar Kidul sebagai destinasi wisata Kampung Tenun Ikat.

“Kelurahan Bandar Kidul, sebagai destinasi wisata Kampung Tenun Ikat diyakini dapat mengobati rasa penasaran masyarakat. Tepatnya, mereka yang belum tahu tentang bagaimana cara membuat kain tenun ikat khas Kediri,” katanya.

Di samping itu, Pemkot Kediri juga membuka kesempatan bagi para pengrajin kain tenun ikat untuk berpartisipasi di berbagai pameran, baik di tingkat lokal hingga di luar negeri. Bahkan pada Februari 2018, tenun ikat Bandar Kidul akan dipamerkan di Benua Amerika.

“Tak hanya itu, Jepang juga mulai melirik tenun ikat Kediri untuk diaplikasikan pada pakaian kimono,” katanya.

Di lain pihak, Didit Maulana, Desainer Kondang asal Jakarta, pada acara Dhoho Street Fashion 3rd (Ketiga) yang digelar pertengahan Desember lalu, di Taman Sekartaji Kota Kediri, sempat dibuat kagum oleh kreasi handal para desainer muda asal Kediri ini.

Pihaknya percaya, potensi generasi muda di Kota Kediri ini dapat membantu pemda setempat, dalam rangka menumbuhkan ekonomi masyarakat di daerah. Mereka sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga yang membutuhkan.

Sementara itu, artis ibukota serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Arumi Bachsin, ikut bangga dengan eksistensi kain tenun ikat khas Kediri. Dalam pagelaran fashion show berbagai produk unggulan Kediri ini, dia berharap, agar agenda fashion show tersebut dapat digelar setiap tahunnya.

“Dengan demikian, anak muda di Indonesia dapat semakin terinspirasi bahwa batik maupun kain tenun ikat semacam ini pantas mereka kenakan sebagai pakaian sehari-hari,” katanya.

Alhasil, dari berbagai upaya pihak terkait dan dukungan pemda setempat, kini Siti Ruqayah dan para pengrajin tenun ikat kediri bisa tersenyum lebar. Karena hasil karya mereka yang inovatif tersebut, sudah mampu diapresiasi oleh Bangsa Indonesia dan bangsa lain di penjuru dunia.(AYU CITRA SR/ZAL)

Sumber: Google News | Warta 24 Kediri

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »